Kaki kesemutan sering dianggap sebagai hal biasa, terutama setelah duduk terlalu lama atau berada dalam posisi yang sama. Sensasinya bisa berupa rasa tertusuk-tusuk, kebas, geli, atau seperti ada aliran listrik kecil pada kaki.
Dalam banyak kasus, kesemutan memang hanya berlangsung sementara dan membaik setelah posisi tubuh diubah. Namun, kesemutan yang sering muncul, berlangsung lama, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.
Pasalnya, kesemutan dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari tekanan sementara pada saraf hingga gangguan kesehatan tertentu.
Mengapa Kaki Bisa Kesemutan?
Kesemutan terjadi ketika saraf mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal. Salah satu penyebab yang paling umum adalah tekanan pada saraf atau terganggunya aliran darah untuk sementara.
Misalnya, ketika seseorang duduk bersila terlalu lama atau tidur dalam posisi yang menekan kaki. Setelah posisi tubuh diperbaiki, sensasi kesemutan biasanya perlahan menghilang.
Namun, jika keluhan muncul berulang kali tanpa penyebab yang jelas, ada kemungkinan terdapat faktor lain yang perlu diperhatikan.
1. Terlalu Lama Berada dalam Satu Posisi
Duduk atau berdiri dalam posisi tertentu dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada saraf. Akibatnya, kaki bisa terasa kebas atau kesemutan.
Biasanya kondisi ini bersifat sementara dan membaik setelah tubuh bergerak kembali.
2. Kekurangan Vitamin Tertentu
Beberapa vitamin berperan penting dalam menjaga fungsi saraf. Kekurangan vitamin tertentu, termasuk vitamin B12, dapat berkaitan dengan munculnya gangguan saraf seperti kesemutan.
Namun, bukan berarti setiap kaki kesemutan disebabkan oleh kekurangan vitamin. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
3. Diabetes
Kesemutan yang terjadi berulang, terutama pada kedua kaki, dapat menjadi salah satu gejala yang berkaitan dengan kerusakan saraf akibat diabetes.
Kondisi tersebut dikenal sebagai neuropati perifer diabetik. Biasanya keluhan dapat berupa kesemutan, rasa terbakar, kebas, atau nyeri pada kaki.
Bagi seseorang yang memiliki diabetes, munculnya perubahan sensasi pada kaki perlu diperhatikan karena gangguan saraf juga dapat membuat seseorang tidak menyadari adanya luka pada kaki.
4. Saraf Terjepit
Masalah pada saraf di sekitar tulang belakang juga dapat menyebabkan sensasi kesemutan yang menjalar ke kaki.
Misalnya, gangguan pada saraf di area pinggang dapat menyebabkan nyeri, kebas, atau kesemutan yang menjalar dari punggung bawah menuju bokong hingga kaki.
Jika kesemutan disertai nyeri punggung atau kelemahan pada kaki, pemeriksaan medis mungkin diperlukan.
5. Gangguan pada Saraf
Kesemutan yang terus-menerus dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf.
Karena penyebabnya sangat beragam, dokter biasanya akan mempertimbangkan lokasi kesemutan, kapan gejala muncul, berapa lama berlangsung, serta apakah terdapat gejala lain.
Kapan Kesemutan Perlu Diperiksa?
Tidak semua kesemutan merupakan tanda penyakit serius. Namun, sebaiknya jangan hanya mengandalkan asumsi jika keluhan terus berulang.
Periksakan diri ke tenaga kesehatan apabila kesemutan:
- sering terjadi tanpa penyebab yang jelas;
- berlangsung lama atau semakin sering;
- disertai rasa nyeri atau sensasi terbakar;
- menyebabkan bagian tubuh terasa kebas;
- disertai kelemahan pada kaki;
- mengganggu aktivitas sehari-hari; atau
- muncul bersamaan dengan gejala lain yang tidak biasa.
Segera cari pertolongan medis apabila kesemutan muncul secara tiba-tiba bersama kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, wajah mencong, gangguan penglihatan, atau sakit kepala hebat mendadak. Gejala seperti ini dapat merupakan tanda keadaan darurat dan membutuhkan penanganan segera.
Jangan Langsung Minum Suplemen
Ketika mengalami kesemutan, sebagian orang langsung menganggap dirinya kekurangan vitamin dan membeli suplemen.
Padahal, penyebab kesemutan sangat beragam. Mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui penyebabnya belum tentu menyelesaikan masalah.
Jika keluhan berulang atau menetap, lebih baik berkonsultasi dengan dokter. Tenaga kesehatan dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tertentu berdasarkan gejala dan kondisi masing-masing.
Kesimpulan
Kaki kesemutan sesekali setelah berada dalam posisi tertentu biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, kesemutan yang terus berulang, menetap, semakin berat, atau disertai kelemahan dan gejala lainnya sebaiknya tidak dianggap sepele.
Daripada hanya menebak penyebabnya sendiri, perhatikan pola kemunculan gejala dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika keluhan tidak kunjung membaik.
Tubuh memang sering memberikan sinyal sederhana. Yang penting adalah mengetahui kapan sinyal tersebut masih normal dan kapan perlu diperiksa.


